ilmu kalam TINJAUAN TEORITIS TENTANG STUDI ISLAM

ilmu kalam TINJAUAN TEORITIS TENTANG STUDI ISLAM

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Study Islam sering kali dikaji diberbagai Negara, terutama dikawasan Australia. Di Australia study Islam tidak hanya dikaji di Universitas tetapi juga dikalangan masyarakat. Di Negara tersebut banyak terdapat organisasi Islam salah satunya adalah The Islamic Society of Victoria. Tujuan utama organisasi tersebut adalah untuk mengungkapkan dampak penting keterlibatan komunitas muslim di Australia

Organisasi-organisasi Islam juga banyak terdapat di kawasan-kawasan lain yaitu: di Timur Tengah, Eropa, Amerika, Asia, Afrika. Orang-orang Islam yang ada di negara-negara tersebut aktif dalam organisasi


B. Rumusan Masalah

A. Apa pengertian Study Islam

B. Tujuan Study Islam

C. Bagaimana Study Islam di Eropa

D. Bagaimana Study Islam di Amerika

E. Bagaimana Study Islam di Afrika

F. Bagaimana Study Islam di Asia













BAB II

TINJAUAN TEORITIS TENTANG STUDI ISLAM


A. Pengertian Study Islam

Study Islam di barat dikenal dengan istilah Islamic Studies, secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. dengan perkataan lain “ usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah, maupun praktek-praktek pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang sejarahnya

Usaha mempelajari agama Islam tersebut dalam kenyataannya bukan hanya dilaksanakan oleh kalangan umat Islam saja, melainkan juga dilaksanakan oleh orang-orang diluar kalangan umat Islam. study keIslaman dikalangan umat Islam sendiri tentunya sangat berbeda tujuan dan motifasinya dengan yang dikakukan oleh orang-orang diluar kalangan umat Islam. dikalangan umat Islam, study keIslaman bertujuan untuk mendalami dan memahami serta membahas ajaran-ajaran Islam agar mereka dapat melaksanakan dan mengamalkannya dengan benar. Sedangkan diluar kalangan umat Islam, study keIslaman bertujuan untuk mempelajati seluk beluk agama dan praktek keagamaan yang berlaku dikalangan umat Islam, yang semata-mata sebagai ilmu pengetahuan.

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pendekatan study keIslaman yang mendominasi kalangan ulama Islam lebih cenderung bersifat subjektif, dan doktrinet.


B. Tujuan Study Islam

1. Untuk mempelajari secara mendalam tentang apa hakikat agama Islam itu, dan bagaimana posisi serta hubungannya dengan agam-agama lain

2. Untuk mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi ajaran agama Islam, yang asli, dan bagaimana penjabaran dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya dan peradaban Islamnya

3. Untuk mempelajari secara mendalam sumber dasar ajaran agama Islam yang tetap abadi dan dinamis, dan bagaimana aktualisasinya sepanjang sejarahnya

4. Untuk memahami prinsi-prinsip dan nilai-nilai dasar ajaran Islam, dan bagaiman realisasinya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern.

Selanjutnya tujuan-tujuan tersebut diharapkan agar study Islam akan bermanfaat bagi peningkatan usaha pembaharuan dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam, Sehingga misi Islam dapat terwujud.

























BAB III

PEMBAHASAN


A. Study Islam di Eropa

Di Eropa kajian masalah timur di Universitas terpisah menjadi suatu kedisiplinan abad ke-19. Di Perancis dan Inggris motivasi kajian timur tengah adalah untuk kepentingan politik, karena wilayahnya itu merupakan incaran untuk dijadikan daerah jajahan. Melalui kajian timur tengah pada abad ke-19 tentang sejarah dan bahasanya. Jika mengkaji secara orientalis, mulai perang dunia II kekuasaanya mulai pindah dari Eropa ke Amerika Serikat. Universitas-universitas di Amerika Serikat dan Kanada, jurusan Religius Studies yang meliputi kajian teks dan ekpresi tingkah laku keberagaman pada abad ke-20. perbandingannya abad ke-19 kajiannya lebih banyak dengan cara polemik namun pada abad ke-20 membuka dialog antar satu sama lain. Islamic Studies yang dilakukan di barat menggunakan pendekatan dan metode sebagai berikut:

1. Metode ilmu-ilmu yang masuk dalam kategori humanistis

2. Metide dalam disiplin theology

3. Metode dari displin ilmu-ilmu sosial


Penganut islam merupakan minoritas di wilayah eropa. Di Eropa Timur, setelah Turki Usmani mengakhiri kekuasaannya, sekian ppuluh kelompok masyarakat Muslim terabaikan oleh sejarah dan terputus dari semiliyar lebih pemeluk islam di seluruh dunia.

Di eropa barat, komunitas muslim di Jerman, Inggris, dan perancis, memang tidak mengalami nasib tragis seperti seperti saudara mereka di Bulgaria. Namun konfrontasi antara komunis minoritas Muslim dan pemerintah,serta interaksi negative dengan masyarakat minoritas selalu ada. Di Jerman, Muslim yang telah ada sejaksekian puluh tahun, relatifhidup damai dan makmur secara ekonomi. Namun mereka selalu gagalmemeasuku sistempendidikan sekuler.

Di Denmark, meskipun pemeluk Islam telah ada sejak 100 tahun dan pemeluknya terus bertambah, mereka memiliki kesulitan mendirikan mesjid. Selalu muncul perlawanan darikelompoksayap kanan dan ancaman penghancuran dan aksivandalis dari masyarakat ultranasionalis.

Di Rumaia, komunitas muslim relative menikmati kemesraan berabad-abad dengan penguasa setempat. Ini terlihat dari mesjid Raja Carol yang masih utuh. Mesjid ini merupakan symbol abadi kemesraan Muslim Rumania dengan rezim masa lalu yang non-muslim.

Di Lithuania,muslim cenderung berkutat dengan persoalan di dalam dirinya. Lithuania tidak bias mengesampingkan peran mereka dalam sejarah Negara itu . Namun komunis Rusia mencaplok Lithuania kedalam federasi Uni Soviet menyebabkan Muslim Lithuania kehilangan semua warisan sejarahnya. Mereka kehilangan bahasa, budaya, dan pemahaman akan keislaman. Ketika komunis runtuh, Lithuania member kekuasaan kepada komunitas muslim dalam menjalankan ibadah mereka. Perubahan politik ini dimanfaatkan oleh orang Muslim sehingga operadaban muslim mulai muncul krmbali. Orang-orang tua Muslim Lithuania mulaimembawa kembali anak-anak mereka ke madrasah dan mushalla,mrngajarka bahasa Tatar,dan memberikan pemahamansejarah eksistensi etnis Tatar du Lithuania.

Jika di Spanyol, Islam masih meninggalkan Alhambra dan Cordova,di Polandia hamper tidak ada bangunan peninggalan Muslim Tatar yang lebih awal datag dari padaTurki Usmani. Namun Desa Bohoniki dan Kruzhniany masimenyimpan menyimpan keturunan Muslim Tatar,lengkap dengan mesjid kayu yang berarsitektur khas nenek moyang mereka, dan makam-makam para ulama dengan batu nisa bertuliskan huruf arab. Di London, studi Islam digabungkan dalam school of oriental and african studies, fakultas mengenai studi ketimuran dan afrika, yang memiliki berbagai jurusan bahasa dan kebudayaan asia dan afrika. Salah satu progrm studi didalamnya adalah program MA tentang masyarakat dan budaya Islam yang dapat dilanjutkan kejenjeng doktor.

Di Belanda, menurut salah satu ilmuwan disana menyatakan bahwa studi Islam di Belanda sampai setelah perang dunia II, masih merupakan refleksi dari akar anggapan seperti Islam bermusuhan dengan kristen, dan pandangan Islam sebagai agama yang tidak patut di anut. Baru belakangan ada sifat yang lebih objektif seperti apa yang tertulis dalam berbagai brosur, studi-studi Islam dibelanda lebih menekankan kepada kajian Islam di Indonesia tertentu, kurang menekankan pada aspek sejarah Islam itu sendiri.


B. Studi Islam di Afrika

ü Kawasan Afrika

Afrika sebagai bagian dari perhatian para peneliti tentang keislaman disebabkan ada sebagian dari Negara-negara benua ini yang warganya beragama islam. Bahkan, dari benua ini pula muncul pemikir-pemikir Islam besar sejak zaman klasik hingga modern. Ibn Khaldun, bapak sosiolog islam pertama, adalah intelektual muslim yang pernah hidup di Maroko. Dialah orang pertama yang menelurkan teori-teori dasar sosiologi yang dituangkan dalam sebuah karya besar yang diberi judul Muqaddimah (premis-premis). Buku ini telah dikomentari oleh berbagai kalangan pakar disipli ilmu-ilmu social (social scenes) di dunia, baik Barat maupun Timur.

Di abad modern ini kita dapat menemukan pemikiran-pemikiran yang cukup brilian dari para pakar keislaman yang berasal dari benua hitam ini. Muhammad Arkoun dan Mahmud Muhammad Thaha adalah dua contoh dari sekian banyak nama tokoh pemikir yang lainnya.

Dalam sejarahnya, Sudan Timur memisahkan diri dari Sudan Tengah. Sudan Timur berutang kepada fakta bahwa Islam menyebar sampai ke Sudan Timur dari Mesir. Kemudian Islam disebar hampir ke setiap daerah oleh Arab keturunan. Islam disebarkan di Funj.

Pada abad ke-18, kerajaan Funj mengalami disintegrasi. Akhirnya, pada tahun 1820-1821 Kerajaan Funj berada di bawah Mesir yang kemudian di Funj diperkenalkan administrasi Negara baru dan tendensi keagamaan Islam yang baru pula.

Islam di Sudan yang dsebarkan oleh orang-orang suci dari mesir dan Arab dengan pendekatan kultural dan struktural. Pendekatan kultural diwujudkan dengan menyelenggarakan pendidikan agama di sekolah-sekolah dan mesjid, dan melalui pernikahan para faqis dengan wanita setempat. Sedangkan pendekatan struktural adalah melalui usaha secara politik. Dukungan struktural berhasil menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kearsipan bahkan sultan membentuk administrasi peradilan Isalm.


C. Studi Islam di Asia Tenggara

Marcopolo, dalam perjalanannya dari Cina menuju Persia pada tahun 1292, telah mengunjungi delapan kerajaan di pulau Sumatera. Dari delapan Negara yang dikunjunginya, hanya satu kerajaan yang dianggapnya telah memeluk Isalm yaitu Perlak.

Adapun mengenai kedatangan Islam ke Asia Tenggara terdapat tiga pendapat. Pertama, pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara langsung dari Arab atau tepatnya Hadramaut. Pendapat ini pertama-tama dikemukakan oleh Crawfurd (1820), Keyzer (1859), Niemann (1861), de Hollander (1861), dan Veth (1878). Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara berasal dari India. Pendapat ini pertama kali dikemukakan oleh Pijnapel (1872). Ketiga, pendapat yang mengemukakan bahwa Islam yang datang ke Asia Tenggara bersal dari Benggali (Bangladesh).

Islam didakwahkan di Asia Tenggara melalui tiga cara: pertama, melalui dakwah para pedagang muslim dalam jalur perdagangan yang damai, kedua, melalui dakwah para da'i dan orang-orang suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir Kawasan Asia tenggara. Dan ketiga, melalui kekuasaan atau peperangan dengan negara-negara penyembah berhala.

Penetrasi Islam di Asia tenggara secara umum dapat di bagi kedalam tiga tahap: pertama, penetrasi dimulai dengan kedatangan Islam dan ditandai pula dengan kemerosotan dan kehancuran Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 dan ke-15. Salah satu tradisi belajar yang dikembangkan ketika itu adalah pengembaraan intelektual: guru kebanyakan murid-murid menuntut ilmu dan mengembara dari satu surau ke surau yang lain untuk meningkatkan pengetahuan keislamannya. Pada abad ke-15 dan ke-16, masyarakat asia Tenggara, paling tidak memiliki tiga piliha: tetap berpegang terhadap ramuan kepercayaan Hindu-Budha dan kepercayaan lokal lainnya, masuk Islam atau masuk Kristen.

Penetrasi Islam kedua dimulai sejak datang dan mapannya kekuasaan kolonialis di Asia Tenggara. Karena kolonialis diidentifikasi sebagai penjajah kafir, akhirnya Islam tampil sebagai satu-satunya wadah yang mampu memberikan identitas diri dan menjadi faktor pemersatu msyarakat pribumi yang terbelah.

Penetrasi Islam yang ketiga bermula pada awal abad ke-20, ditandai dengan "liberalisasi" kebijakan pemerintah kolonial terutama Belanda di Indonesia.

Islam di wilayah ini berkembang dengan aman dan damai, sehingga berdampak pada sikap umat islam di wilayah yang di huni oleh mayoritas pengguna bahasa melayu ini. Asal mula islam masuk wilayh ini lebih banyak dibawa oleh kaum saudagar,pedagang muslim dari wilayah India maupun dari wilayah Timur Tengah yang kedatangannya ke kawasan Asia Tenggara ini sambil berdagang. Hal ini berbeda dengan daerah-daerah penembangan isalam yang dibwa dengan jalan peperangan. Mereka memiliki kecenderungan keras dan terkesan isalm sebagai ajaran yang “sangar” dan mengedepankan perang ketimbang perdamaian.


D. Kawasan Amerika Serikat

Di amerika, studi-studi Islam pada umumnya memang menekankan pada studi sejarah Islam,bahasa-bahasa Islam selain bahasa arab,sastra dan ilmu-ilmu sosial,berada dipusat studi Timur Tengah atau Timur dekat. Di UCLA studi Islam dibagi kepada komponen-komponen. Pertama, mengenai doktrin agama Islam, termasuk sejarah pemikiran Islam. Kedua, bahasa arab termasuk teks-teks klasik mengenai sejarah, hukum dan lain-lain. Ketiga, bahasa-bahasa non arab yang muslaim, sperti Turki, Urdu, Persia, dan sebagainya. Sebagai bahasa yang dianggap telah ikut melahirkan kebudayaan Islam. Kempat, ilmu-ilmu sosial, sejarah, bahasa arab, sosiologi dan semacamnya. Selain itu, ada kewajiban menguasai secara pasif satu atau dua bahasa eropa.

Amerika serikat merupakan Negara maju dalam berbagai hal, dan secara umum dalam peradaban di eramodern ini. Pesatnya jumlah penganut islam di negeriPaman Sam ini lebih banyak melalui penjara-penjara. Karena di penjara ini, para juru dakwah islammemeng disengaja untuk dakwah. Programini diadakan oleh pengelola penjara dengan merekrut para da’i dan pendeta untuk menyebarkan ajaran agamanya masing-masing dengan harapan dapat menginsyafkan para napi.

Dalam mengkaji sejarah muslim Amerika Serikat, Ahmad Winters menyarankan untuk meneliti lima sumber informasi, yaitu (1) dokumen-dokumen yang ditinggalkan oleh musli yang dijual sebagai budak serta para pedagang budak (2) sejarah perkembangan Islam di Afrika Barat (3) data statistik tentang kelompok-kelompok etnik yang dijual sebagai budak (4) wilayah-wilayah yang merupakan tempat tinggal tuan-tuan pembeli budak (5) data tentang jumlah budak yang dijual ke wilayah tertentu pada setiap tahunnya.

Disamping itu,migrasi orang-orang Islam ke Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19 hingga paruh kedua abad ke-20, sekurang-kurangnya terjadi lima gelombang : Pertama, migrasi rejadi tahun 1875 hingga 1912. Kedua, migrasi terjadi pada tahun 1918 samapai1922, yaitu setelah terjadi Perang Dunia I. Ketiga, migrasi terjadi pada tahun 1930 sampai 1938 yang terkondisikan karena kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang memberikan prioritas kepada mereka yang keluarganya telah lebih dahulu menetap di Amerika Serikat. Keempat, migrasi terjadi pada tahun 1947 hingga tahun 1960. Kelima, migrasi terjadi pada tahun 1967 sampai sekarang.

Di Kanada, studi Islam bertujuan : pertama, menekuni kajian budaya dan peradaban Islam dari zaman Nabi Muhammad hingga masa kontemporer. Kedua, memehami ajaran Islam dan masyarakat muslim di seluruh dunia. Ketiga, mempelajari beberapa bahasa muslim.


E. Study Islam di Australia

Sebagian Indonesia bangkit untuk mengamalkan Islam di Australia, dilingkungan mahasiswa muslim Indonesia yang belajar di beberapa Universitas di Melbourne. Disana mereka tidak bergabung pada kelompok pengajian manapun, karena mereka menganggap satu-satunya tujuan untuk datang ke Australia adalah untuk belajar. Pengajian itu bersifat dialegtika yang menyangkut topik-topik yang kontrofersial atau mengandung aspek-aspek ilmiah.

Beberapa mahasiswa muslim Indonesia di Monash juga mengahadiri pengajian yang diadakan Islam Study Group yang pada umumnya berbentuk tafsir qur’an. Mereka juga aktif mengahadiri pertemuan kelompok muslim yang dikenal dengan sebutan jama’ah tabligh.





BAB IV

SIMPULAN


Pada sekitar abad ke-19, Islam dikaji di barat lebih terbuka dari pada masa-masa sebelumnya, disini kajian Islam dimasukkan dalam disiplin Religius Studies untuk mendapatkan title ahli mengenai Islam, harus menerima training dalam divinity school.

Di Eropa, kajian masalah timur terpisah menjadi suatu disiplin pada abad ke-19. di Prancis dan Inggris motifasi kajian timur tengah adalah untuk kepentingan politik. Mahasiswa muslim di Monash Australia sebagian menggabungkan diri dengan Monash Indonesian Islamic Society (MIIS)

Karya tulis ini diamati dengan pembahasan tentang pengertian dan visi study Islam, yang diikuti dengan pembahasan tentang study Islam yang ada di berbagai Negara.





















DAFTAR PUSTAKA



ü Sahrodi, jamali. 2008. Metodologi Study Islam. Bandung: pustaka setia.

ü Mubarok, jaih. 2000. Metodologi Study Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

ü Muhaimin, Kawasan Dan Wawasan Studi Islam, Jakarta: Kencana, 2005

ü Mulyana, Dedy.Islam Dan Orang Indonesia Di Australia, Jakarta: Logos, 2000

ü Azizy Qodri Ahmad, Islam Dan Permasalahan Sosial, Yogyakarta: Lkis, 2000







Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Grosir Tas Murah