On 5:15:00 AM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menjadi guru bukanlah suatu hal yang mudah seperti yang kita bayangkan, tetapi menjadi guru adalah suatu hal yang sangat sulit. Menjadi guru berarti mempunyai amanah yang sangat besar yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan manusia dan dihadapan Allah SWT. Guru pasti menghadapi anak didik yang mempunyai sifat psikis yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam hal pikirannya, kemauannya, perasaannya, latar belakang keluarganya maupun jasmaninya.
Seorang guru harus dapat memahami perbedaan-perbedaan itu dan harus mengenal karakteristik peserta didik, seorang guru juga harus memiliki kedewasaan dan kewibawaan dalam hal mengajar, mempelajari anak didiknya, menggunakan prinsip-prinsip psikologi maupun dalam hal menilai cara mengajarnya sendiri.
Dalam percobaan memahami karakteristik peserta didik, maka disusunlah “ Laporan Penelitian pada Karakteristik Perkembangan Peserta Didik Usia SMP “

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disusun rumusan masalah:
“Bagaimana gambaran umum karakteristik perkembangan anak pada masa usia sekolah menengah pertama ?”.

C. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua macam tujuan, yaitu :
1. Tujuan umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk lebih memahami tentang karakteristik perkembangan anak usia sekolah menengah pertama dan juga lebih memahami dan mengerti akan perbedaan-perbedaan yang ada pada setiap diri peserta didik.
2. Tujuan khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas akhir mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang diampu oleh Ibu Teti Ratnasih, M.Ag.
D. Langkah-langkah Penelitian
• Observasi
• Wawancara






























BAB II
TINJAUAN TEORITIS
Karakteristik perkembangan anak usia SMP
1. Fisik dan Motorik
Dalam perkembangan fisiknya, pada usia ini cenderung pertumbuhannya cepat, dan munculnya ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder. Untuk perkembangan motorik pada usia ini, anak lebih berpikir dalam melakukan suatu tindakan, mulai mengembangkan bakat yang dia punya, dia aktif di sekolahnya seperti dalam hal olahraga dan seni, fungsi otot-otot anak sudah sempurna dan lincah. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang kaki dan tangan, serta otot tubuh berkembang pesat.
2. Berfikir dan Bahasa
Pada periode ini para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah masalah komplek dan abstrak. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Kemampuan berfikir formal operasionalnya mulai berkembang, dapat berfikir logis dalam berbagai gagasan yang abstrak, proses berfikir mulai formal dan mulai muncul ide-ide abstrak walaupun terbatas. Bahasa sendirinya mulai berkembang dan mulai tertarik untuk belajar bahasa asing, sedikit demi sedikit anak mulai menggunakan bahasa asing dan mampu berkomunikasi dengan bahasa asing, anak juga mulai bisa membedakan antara berbicara dengan orang tua, teman sebaya, dan anak kecil.
3. Sosial
Memiliki keterampilan sosial untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan-keterampilan tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau menerima feedback, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Mulai suka bekerja sama dan melibatkan dirinya dalam masyarakat, kemampuan memahami orang lain sudah mulai berkembang, sifat egoisnya mulai hilang dan timbul gerakan mandiri, mulai berkembang ke arah remaja yang ditandai dengan adanya minat anak.

4. Emosi
Emosi pada remaja masih labil, karena erat hubungannya dengan hormon. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba bisa langsung menjadi sedih atau marah. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka sendiri daripada pikiran yang realitas saat melakukan sesuatu, mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.
5. Seksual
Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. Tanda-tanda perkembangan seksual pada laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi, ia mengalami masa mimpi yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma, sedangkan pada anak perempuan, bila rahimnya sudah bisa di buahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama.
Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah, di daerah ketiak, wajah dan sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut, kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, warnya pucat dan pori-porinya meluas. Pada anak perempuan di wajahnya mulai tumbuh jerawat, hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari pembesarannya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit, payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan, suara menjadi lebih merdu.
6. Moral dan Agama
Kemampuan berfikir dalam dimensi sosial pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan atau ketidak seimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya.
Peranan orang tua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Orang tua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berfikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Begitu pun dalam hal agama peran orang tua dan pendidik sangatlah penting, karena pada masa remaja ini sangat susah untuk menta’ati agama jadi perlu bimbingan dan peringatan dari orang tua dan pendidik.
BAB III
KONDISI OBJEKTIF

Identitas Objek
Nama : Yuyus Baharudin Munir
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat dan tanggal lahir : Ciamis, 14 November 1995
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : Madrasah tsanawiyah
Alamat : Jl. Jalatrang Cimanggu rt 06 rw 10 ds. Jalatrang
Kec. Cipaku kab. Ciamis Jawa Barat 46252
Nama Ayah : Aenudin
Usia Ayah : 56 tahun
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendapatan per bulan : 1.500.000 per bulan
Alamat : Jl. Jalatrang Cimanggu rt 06 rw 10 ds. Jalatrang
Kec. Cipaku kab. Ciamis Jawa Barat 46252
Nama Ibu : Nene Odah
Usia Ibu : 50 tahun
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendapatan per bulan : -
Alamat : Jl. Jalatrang Cimanggu rt 06 rw 10 ds. Jalatrang
Kec. Cipaku kab. Ciamis Jawa Barat 4625

BAB IV
HASIL ANALISIS PADA SISWA

1. Fisik dan Motorik
Pertumbuhannya sangat cepat di bandingkan ketika ia masih usia sekolah dasar. Keadaan fisik dan motorik Yuyus adalah berkembang secara cepat, tubuhnya tinggi tapi kurus. Karena sering olahraga jadi kulit dia agak hitam. Dia sudah mulai aktif tapi yang terlihat sangat aktif itu di bidang olahraga karena dia sangat menyukai olahraga terutama main bola.

2. Berfikir dan Bahasa
Dia mulai berfikir dewasa, tetapi kadang-kadang masih terbawa oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Begitu pula dalam hal bahasa, dia berbahasa yang di anggapnya gaul padahal sebenarnya itu bahasa yang kurang baik dan kadang-kadang bahasa gaulnya itu di terapkan ketika ia berbicara denga orang yang lebih tua. Perkembangan berfikir dia mulai berkembang ketika ia mendapatkan masalah yang harus ia selesaikan sendiri, sedikit demi sedikit dia mampu memecahkan masalah tersebut dengan pemikiran yang matang dan ia pun dapat memikirkan tentang sebab akibat dari masalah tersebut.

3. Sosial
Dalam usia sekarang Yuyus sudah bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman yang lainnya maupun dengan masyarakat setempat. Dia juga bisa bergaul dengan orang yang lebih tua, teman sebaya, maupun dengan yang lebih muda dari dia. Dia juga mampu memberi atau menerima solusi dari orang lain ketika dia mengeluh kepada orang lain maupun ketika orang lain mengeluh kepadanya. Dia juga bisa menghargai dirinya sendiri maupun diri orang lain. Jadi dia mulai mengerti pentingnya hidup bermasyarakat.

4. Emosi
Emosinya masih agak tinggi tapi terkadang emosinya itu tidak dikeluarkan atau tidak di sampaikan ke orang lain, tapi ia pendam sendiri. Terkadang pula dia mulai menghilangkan emosinya itu. Apabila sedang emosi maka ia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan akibat dari emosinya itu.
5. Seksual
Dalam hal seksual dia mengalami beberapa perubahan diantaranya suaranya yang kedengaran membesar, jakunnya mulai tumbuh dan mulai menyukai lawan jenisnya dan mulai berani mengungkapkan rasa suka pada lawan jenisnya. Dia juga suka kumpul-kumpul sama teman-temannya baik laki-laki maupun perempuan.

6. Moral dan Agama
Dalam hal moral dan agamanya, dia memang sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan sudah bisa mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangannya, tetapi dalam keseharinnya sering kali ketika ia akan melaksanakan hal yang baik terus tidak ada teman yang menemani, maka ia tidak jadi melaksanakan hal tersebut. Jadi seakan-akan tiap ia melakukan kebaikan harus ada teman, apabila teman-temannya tidak melaksanakan hal tersebut maka ia berpikiran “ ah tidak ada teman untuk melaksanakan hal baik itu, tidak jadi aja dech “, jadi dalam melaksanakan kebaikan itu harus ada teman. Tetapi alhamdulillah dalam hal shalat 5 waktu dia suka melaksanakan meskipun harus dipaksa oleh orang tuanya.





BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka si anak yaitu Yuyus, tumbuh secara normal dan baik. Perkembangan karakteristik dia hampir sesuai dengan teori-teori yang ada pada usia anak sekolah menengah pertama.
Dari semua analisis anak tersebut, jadi anak masih membutuhkan bimbingan dan tuntutan dari orang tua dan juga dari pendidik ketika ia berada di sekolah, jangan sampai anak tersebut bergaul terlalu bebas dan berlebihan sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang tua, pendidik maupun oleh dirinya sendiri yang dapat berakibat fatal.

B. SARAN

Untuk orang tua dan pendidik harus mampu membimbing dan menuntun anak ke dalam suatu hal baik dan jangan pernah merasa bosan untuk mengingatkan anak tersebut. Untuk si anak harus ta’at dan patuh pada orang tua dan pendidik selama itu merupakan hal uang baik.