On 3:30:00 PM


Kredit Mobil Angsuran Murah Kecil

Mahal atau murah sebenarnya adalah hal yang relatif, bagi yang mempunyai banyak uang tentu hal mudah untuk membeli apapun yang di inginkannya, mau beli mobil mewah, motor mewah atau segala sesuatu serba mahal dan mewah.

Jika ingin membeli mobil dengan harga 200 Juta pun tidak masalah bagi seoarang yang mempunyai penghasilan ratusan juta juga perbulan dan itu bisa dikategorikan murah. Namun berbeda dengan orang yang berpenghasilan ratusan ribu rupiah tiap bulan atau buruh tani yang tidak menentu upahnya, harga 200 juta bisa dikatakan harga yang mahal. Maka perlu berbulan-bulan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu.

Hidup Tenang dan Damai

Terkadang Apipah berpikir bahwa orang yang mempunyai mobil bagus, motor gede yang mengkilap dengan cc tinggi mereka itu senang, namun tatkala kita bertemu dengan orang yang mempunyai harta semacam itu dari hasil kredit alias berhutang alias minjam ternyata tak seperti yang Apipah pikirkan yaitu "Senang".

Coba saja bayangkan, tiap hari dibayang-bayangi hutang untuk membayar kredit tiap bulannya, apalagi mencapai tahunan untuk melunasinya. Tiap mau makan, mandi, bahkan sampai tidur saja memikirkan storan kredit.

Mungkin tidak masalah untuk orang yang mempunyai penghasilan tetap yang setara dengan jumlah bayaran tiap bulannya, coba saja dengan yang tidak menentu tentu saja akan menjadi beban pikiran yang berat bisa menjadi penyakit hati dan pikiran. Jika tidak terbayar, mobil di ambil atau bahkan tanah warisan pun bisa di sita jika meminjam ke perushaan atau instansi tertentu.

Jangan Memaksakan Diri

Terkadang orang yang melakukan kredit atau pinjam ada dua kemungkinan, yang pertama karena memang butuh dan yang kedua adalah karena gengsi, panas hati melihat oranglain yang sudah memiliki apa yang kita inginkan.

Salahsatu penyakit hati panas hati terhadap harta menurut Apipah adalah suatu penyakit hati yang kurang baik, namun hal tersebut bisa dikatakan wajar karena itu sifat manusia dan pasti semua orang memiliki sifat tersebut. Namun kita harus pintar menyikapi dan mengendalikannya.

Analogi pengendalian sifat tersebut, seperti kita mempunyai sepada. jika ingin menjalankannya kita harus menyeimbangkan tubuh dan mengayuh pedal agar tidak goyang dan terjatuh, kayuhan pedal disesuaikan dengan tenaga yang dimiliki. Jika terburu-buru dengan menghabiskan tenaga bisa jadi pingsan dan kecapean.

Begitupun jika kita ingin memiliki sesuatu barang yang tidak bisa kita miliki jangan memaksakan diri, dengan mengorbankan segala yang ada demi kesenangan sesaat. Hidup sederhana tanpa hutang lebih bahagia dari pada hidup mewah berada di pintu tagihan setiap bulannya.