Rumus Berbisnis atau Usaha Agar Menjadi Amal Ibadah

Rumus Berbisnis atau Usaha Agar Menjadi Amal Ibadah

Tulisan kali ini berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia menuju akhirat, dalam agama islam dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali semuanya ada aturan dan tatacaranya.

Kali ini Apipah akan mencoba sedikit membagi tips untuk berbisnis/usaha atau mencari nafkah untuk diri sendiri, istri, ataupun anak-anak kita.

Dalam hal berbsisnis padtinya tidak akan jauh dari namanya untuk ataupun rugi, semua pebisnis pasti mengalami kedua hal tersebut bisa rugi bisa juga untung. Begitu juga banyak perbedaan cara menghadapinya. Ketika rugi sikapnya bagaimana dan ketika untung sikap dan prilaku hatinya bagaimana.
Trik Tips Bisnis Sukses

Badan kita teridiri dari ruh dan jasad atau badan, ketika ruh kita keluar dari badan maka disebutnya adalah mayyit atau mayat. Ketika itu maka amalan-amalan kita menjadi hasil untuk bagaimana kehidupan hidup kita kelak.

Dalam al quran ataupun hadis banyak yang mengistilahkan "rugi" padahal kata rugi itu adalah untuk berbisnis ataupun berdagang. Contohnya kata rugi ada pada al-quran pada surah Al-An'am ayat ke 31 dan doa nabi adam ketika diturunkan ke bumi karena dosanya kepada Alloh SWT akibat godaan iblis agar memakan buah khuldi.

Kemudian nabi Adam AS meminta mengampunan kepada Alloh SWT dalam Surah Al A'raf Ayat 23 yang berbunyi :

 رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya : "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi"

Kata-kata khoosirun dalam surah Al Araf ayat 23 dan kata khosiro pada surah Al-An'am ayat ke 31 yang menceritakan tentang orang-orang kafir yang tidak percaya akan adanya hari kebangkitan atau hari kiamat artinya adalah rugi.

Dengan demikian bahwa hidup kita sekarang ini adalah adalah modal untuk kehidupan akhirat nanti. Namun bagimana untuk kita cara modal hidup kita ini tidak merugi di akhirat nanti.

Dalam berbisnis pula kita harus memilih bisnis yang sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadis mana. Mana bisnis yang halal dan mana bisnis yang haram yang harus kita jauhi.

Jika kita sudah memiliki bisnis atau usaha ataupun belum maka rumusnya adalah kita berbisnis untuk mencari manfaat. Sebagaimana hadis nabi yang diriwayatkan oleh Abu Khorairoh خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ yang artinya sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.

Begitu juga jika kita berbisnis ada rumusnya yaitu niat kita harus karena Alloh SWT dan untuk mencari manfaat. Contohnya saja kita ditakdirkan Alloh SWT untuk menjadi tukang jahit maka manfaatnya sangat besar yaitu orang-orang yang akan membuat baju, memperbaiki pakaian sobek dan uang hasil jahitnya tersebut dimanfaatkan untuk membiayai istri dan anak yang sedang sekolah agar bisa beribadah dengan baik dan benar kepada sang penciptanya.

Menjadi tukang tambal ban, tentunya sangat bermanfaat bagi orang yang sedang kesulitan karena ban motor atau ban mobilnya bocor dan seterusnya. Usaha mencari manfaat dan keuntungan akan datang dengan sendirinya. Menjadi sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat.

Berbisnis dengan niat ibadah dan ingin bermanfaat untuk orang lain pastinya ketika ruginy hatinya tidak akan terlalu sakit karena iya yakin bahwa semuanya hanyalah ujian. Ketika rugi sabar dan ketika mendapat untung maka bersyukur karena semuanya adalah milik sang pencipta. Kita tidak punya apa-apa.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan bisnis anda lancar, bisa bersabar, bersyukur dan jangan sampai lupa dengan zakat dan shadaqohnya.



Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Grosir Tas Murah