Angin Duduk dan Gejala Awal Penyakit Jantung

Ciri-Ciri Angin Duduk Bahayanya
Angin Duduk dan Gejala Awal Penyakit Jantung
4.7 (93.33%) 3 votes

Istilah angin duduk tidak asing lag di telinga kita. Akan tetapi apa yang dimaksud dengan istilah tersebut ? setiap orang mempunyai persepsi sendiri.

Kalangan “sekolah” biasa menggunakan istilah lain, yaitu “tidak enak badan”. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena, seperti : perut kembung, pegal linu, batuk, pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang, dan sebagainya.

Kerokan dan pijat sering dilakukan orang yang masuk angin agar badannya terasa lebih enak. Dengan dipijit, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk jaringan otot. Toksin yang menyebabkan pegal pun dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Dengan kerokan, pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Baca juga Manfaat Susu Kambing Etawa.

Rasa masuk angin yang disertai keringan berbutir besar, nyeri, rasa tertekan atau rasa berat di dada biasa disebut sebagai angin duduk. Gejala ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung. Dikalangan medis, fenomena ini disebut flu-like syndrome. Pemberian oksigen dan obat khusus diperlukan bagi orang yang mengalami kejadian seperti itu. Penanganan yang salah, misalnya dengan dipijat dan dikerok, dapat berakibat fatal.

Pada umumnya semua gejala masuk angin merupakan gejala flu (salesma, common cold) yang terjadi karena infeksi berbagai jenis virus. Ada virus yang menghasilkan toksin (zat racun) yang menyebabkan berbagai gangguan fungsi sistem pencernaan, saluran napas, sistem otor rangka, dan peredaran darah.

Ada pula virus yang kehadirannya membuat tubuh kita memberikan reaksi radang. Reaksi radang ini di antaranya berupa demam dan nyeri, juga warna kemerahan di mukosa yang menggambarkan melebarnya pembuluh kapiler di bibawahnya. Di saluran napas reaksi ini dapat berupa pilek dan hidung tersumbat.

Toksin dapat mengganggu saluran cerna sehingga menimbulkan gejala mual, muntah, diare, dan mulas. Toksin juga dapat menggangu fungsi usus sehingga pencernaan tidak sempurna. Gejala ini disebut sebagai flu tulang.

Tidak ada obat atau antibiotik yang membunuh virus. Untung saja virus tidak pernah bertahan hidup lama sehingga serangan flu biasanya berakhir setelah 5-7 hari. Penderita perlu beristirahat, minum yang cukup, serat gizi yang baik untuk menghadapi demam tinggi yang mengurus banyak energi dan cairan tubuh.

Gejala masuk angin juga dapat merupakan gejala awal infeksi virus yang serius, seperti virus hepatitis atau virus demam berdarah. Untuk kedua penyakit ini, kita memerlukan bantuan dokter.