Kenali Ciri-Ciri Penyakit Mata dan Penyebabnya

Gangguan Penglihatan – Mata adalah salah satu indra manusia, berfungsi sebagai alat penglihatan yang sangat berharga untuk manusia maupun hewan lainnya di dunia ini. Kenikmatan penglihatan kita ini merupakan nikmat besar dari sang maha pencipta.

Nikmat ini sering kita lupakan ketika mata kita masih bisa melihat dengan sehat, maka dari itu kita harus bersykur dengan nikmat tersebut dengan cara menjaga dan memilihara mata kita dari berbagai macam bahaya. Baik itu bahaya secara lahiriyah maupun batiniyah.

Berikut ini adalah jensis-jenis dan ciri penyakit gangguan mata beserta penyebabnya :

Buta Mata Mata Tua
Astigmatisma Rabun Senja
Pinguecula Rabun Dekat
Pterygium Rabun Jauh
Buta Warna Penyakit Katarak

Penyakit Katarak

Jenis penyakit gangguan mata yang disebut katarak ini adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan lensa dan perubahaan protein lensa menjadi tidak aktif.

Penyakit. katarak umumnya terjadi pada usia lanjut usia, namun dapat juga akibat kelainan bawaanl atau cacat lahir.

Penyakit Rabun Jauh

Rambut jauh atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Miopia adalah penyakit mata yang mengakibatkan mata seseorang tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh secara normal.

Penderita gangguan rabun jauh bisa diatasi dengan menggunakan kacamata berlensa cekung. Kacamata dengan lensa cekung tersebut akan menempatkan kembali bayangan yang tadinya jatuh didepan retina akan kembali tepat dititk retina, sehingga mata dapat melihat benda yang jauh secara normal kembali.
Cara Mengobati Gangguan Penglihatan
Penyakit mata Miopia ini dapat terjadi karena turunan jika orangtua menderita miopia, kurannya vitamin A, dan menonton TV dengan jarak terlalu dekat.

Penyakit Rabun Dekat

Rabun dekat atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Hiperopia adalah gangguan pada penglihatan mata yang disebabkan karena lensa mata terlalu pipih.

Akibatnya bayangan benda yang dilihat terbentuk di belakang retina, dan penghilatan mata menjadi tidak bisa melihat benda-benda dekat. Jenis penyakit mata ini bisa biasanya memakai kacamata berlensa cembung.

Penyakit Rabun Senja

Gangguan penglihatan mata rabun senja dalam bahasa medisnya disebut dengan Hemeralopi. Penyakit rabun senja ini adalah gangguan penglihatan ketika senja atau malam hari dalam cahaya redup.

Penyebab rabun senja ini terjadi karena adanya kerusakan pada sel retina yang harusnya bisa bekerja ketika melihat benda dalam keadaan redup kurang cahaya. Akibatnya ketika mengemudi dimalam hari akan kesulitan.

Penyebab terjadinya penyakit Hemeralopi ini karena bawaan lahir, kekurangan vitamin A, katarak, rabun jauh, mata minus dan masih banyak lagi.

Penyakit Mata Tua

Penyakit Mata Tua dalam bahasa medisnya disebut dengan Presbiopi, adalah gangguan penghilatan mata yang umum terjadi karena faktor usia. Ciri dari penyakit mata ini adalah tidak mampu fokus melihat dari jarak dekat dan ketika melihat benda jauh dari jarak normal tidak jelas.

Penyakit Buta Warna

Gangguan penglihatan buta warna pada mata ini terjadi karena terdapat masalah dengan sensor warna dalam sel-sel saraf dari mata.

Penyakit buta warna ini tandanya kekurangan dalam melihat warna dan kesulitan dalam membedakan serta menentukan warna.

Seperti jenis buta warna Protanomali yaitu lemahnya melihat warna merah, Deuteranomali lemah untuk melihat warna hijau dan lemah melihat warna biru disebut dengan Tritanomali.

Penyakit Pterygium

Pterygium adalah  penyakit mata yang ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan selaput tipis di konjungtiva yang menutupi bagian putih dari mata dan meluas ke kornea. ejala pterygium diantaranya mata akan terasa mengganjal, sedikit gatal dan berair. Konjungtiva adalah lapisan tipis yang ada di mata yang berguna melindungi area putih dari mata yang disebut sklera.

Jika suatu pertumbuhan selaput tipis  itu sudah meluas ke kornea, maka penglihatan penderita pterygium akan menjadi kabur dan silau

Penyakit mata Pterygium ini sering terjadi pada orang yang sering terpapar sinar UV, angin berdebu dan orang-orang yang bekerja diluar rumah.

Penyakit Pinguecula

Pinguecula adalah pertumbuhan lapisan tipis non-kanker di konjungtiva dan tidak berbahaya. Pinguecula terlihat seperti benjolan kecil di ujung bola mata dekat dengan kornea dan berwarna kekuningan.

Agar terhindar dari penyakit pinguecula yaitu dengan menjaga mata tetap basah, menghindari paparan langsung ultraviolet memakai kacamata hitam dan hindari iritasi mata.

Penyakit Astigmatisma

Gangguan penglihatan penyait Astigmatisma  adalah kondisi penglihatan mata menjadi kabur karena bentuk kornea yang tidak teratur,  cekungan lensa mata  berbeda antara tengah dan pinggir. Ciri-ciri penyakit ini ketika melihat benda seakan menjadi dua atau bahkan penglihatan kabur. Penderita penyakit mata astigmatisma biasanya memakai kacamata berlensa silindris.

Penyakit Kebutaan Mata

Kebutaan mata adalah hilangnya penglihatan yang tidak dapat diobati dengan kacamata atau lensa. Kebutaan pada mata terbagi menjadi dua yaitu parsial dan lengkap.

Kebutaan parsial berarti memiliki pandangan sangat terbatas sedangkan kebutaan lengkap adalah tidak dapat melihat apapun termasuk cahaya.

Beerapa penyebab mata buta diantaranya ; kecelakaan luka pada mata, diabetes, galukoma, degenerasi makula (penurun penglihatan).

Jika terjadi dari beberapa jenis dan ciri penyakit mata dari deretan diatas, segera periksalah ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan khusus. Bisa memakai kacamata lensa khusus, pengobatan ataupun operasi. Dan jangan lupa untuk selalu berpola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi terutama vitamin A yang baik untuk mata sesuai dengan anjuran dokter.

Penyebab Bencana Longsor Yang Mengerikan

Longsor merupakan salahsatu bencana alam yang sangat mengerikan, dapat menimbulkan korban sanak keluarga. Badan tertimbun tanah, rumah rusak terkubur, lahan pertanian, perumahan menjadi rusak akibatt longsor.

Dari segi istilah longor adalah peristiwa meluncurnya tanah dari atas ke bawah. Biasanya longsor terjadi ketika musim hujan pada lahal gundul. Ketika longsor terjadi hanya tanah yang terbawa ke bawah namun bebatuan besar ataupun kecil ikut terbawa.
Penyebab utama longsor adalah penebangan liar yang menyebabkan lahan gundul. Lagan gundul ini tidak memiliki pohon-pohon yang dapat menanahan aliran air dengan akar ketika hujan daang.

Tanah pada lahan gundul tersebut tidak ada yang mengikat sehingga sangat mudah terkikis ketika hujan besar atau hujan kecil turun dari langit.

Foto Bencana Longsor

Penyebab longsor yang lainnya adalah gempa bumi yang cukup besar. Gempa bumi ini dapat menyebabkan tekanan pada lereng-lereng yang lemah akibatnya longsor akan terjadi.

Begitu juga dengan berat yang berlebihan, contohnya mendirikan bangunan rumah, pabrik ataupun kantor pada tanah yang lemah. Lama kelamaan akan menyebabkan longsor.

Dampak longsor untuk para petani khususnya adalah rusaknya lahan pertanian akibat tertutup tanah yang terbawa longsor, sehingga tananam di ladangnya tidak terselamatkan.

Cara mencegah terjadi longsor tidak lain dengan penanaman pohon untuk lahan gundul atau istilah lainnya adalah reboisasi.

Macam-Macam Syirkah dalam Usaha Bisnis

Jenis atau macam-macam syirkah dibawah ini diambil dari buku Masail Fiqhiyah halaman 119 dengan penjelasan yang sangat panjang. Disarankan untuk lebih lanjut, bertanya kepada para alim ulama yang ahli dalam ilmu fiqh dan bijak dalam menghadapi furu’ atau ikhtilaf perbedaan pendapat.

Syirkah abdan, adalah syirkah atau kerjasa antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha/pekerjaan yang hasilnya/upahnya dibagi antara mereka menurut perjanjian. contohnya usaha konveksi, bangunan dan sebagainya.

Abu Hanifah dan Malik membolehkan syirkah ini, sedangkan Syafi’i melarangnya.
Syirkah mufawadhah, adalah kerjasama antara ua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha dengan modal uang ataujasa dengan syarat sama modalnya, agamanya, mempunyai wewenang melakukan erbuatan hukum dan masing-masing berhak bertindak atas nama syirkah.

Para imam mazhab melarang syirkah mufawwdhah ini, kecuali Abu Hanifah yang membolehkannya.

Bisnis Yang Menguntungkan

Syirkah wujuh, adalah kerjasama antara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal uang, tetapi hanya berdasarkan kepercayaan para pengusaha dengan perjanjian profit sharing atau keuntungan dibagi antara mereka sesuai dengan bagian masing-masing.

 

Ulama Hanafi dan Hambali membolehkan syirkah ini, sedangkan Syafi’i dan Maliki melarangnya, karena menurut mereka syirkah hanya boleh dengan uang atau pekerjaan, sedangkan uang dan pekerjaan tidak terdapat dalam syirkah ini.

Syirkah ‘inan, adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan suatu bisnis atas dasar membagi untung dan rudi sesuai dengan jumlah modalnya masing-masing. Dan Syirkah ‘inan seperti ini disepatkali oleh para ulama tentang bolehnya.

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Tugas dan Kuliah – Pengertian Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologidan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.

Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.

Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.

Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.

Kata-kata Mutiara Bahasa Arab

Dibawah ini adalah beberapa contoh kata-kata Mutiara Bahasa Arab, namun tulisan dalam halaman ini sedikit kacau saat menulis dengan hurup arab. Jadi mohon dimaklum untuk hal tersebut.

Sebagian kecil kata-kata mutiara berbahasa Arab beserta artinya, silahkan simak dan simpan pada komputer anda, sebagai koleksi saja.

عَجَبًا لِى اَنَّ هَذَا الذَّهَبَ اَهَمُّ عِنْدَكَ مِنْ اَدَبِكَ الَّذِيْ هُوَ زِيْنَتُك
“Mengherankan bagiku,emas ini lebih beharga bagimu daripada adabmu sebagai hiasanmu”

كَانَتِ الْاِبْتِسَامَةُ الْجَذَّابَةُ لَا تُفَارِقُ مِنْ شَفَتَيْهَا اَبَدًا
“Senyum manis itu tak pernah pudar dari bibirnya”

عَلَيْكَ اَنْ تَسْتَرْعِيْ وَ تُرَكِّزِيْ فِكْرَكَ اِلَى التَّعَلُّمِ
“Konsentrasikan pikiranmu pada pelajaranmu!”

اِذَا صَدَقَ الْعَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
“Jika ada kemauan pasti ada jalan”

فَكِّرْ قَبْلَ اَنْ تَعزِمَ
“Berfikirlah sebelum berbuat!”

بِالرَّفَاهِ وَالْبَنِيْنِ
“Selamat menempuh hidup baru!”

الوِقَايَةُ خَيْرٌ مِنَ الْعِلَاجِ
“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan”

بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى
“Sebesar usaha yang dikeluarkan,sebesar itu pula kesuksesan yang di dapat”

رَأَيْتُ الدُّمُوْعَ تَزْدَحِمُ فِى عَيْنِكَ
“Kulihat air mata berlinang di matamu”

خَيْرُ الْكَلَامِ مَا قَلَّ وَ دَلَّ
“Sebaik-baik pembicaraan itu adalah yang singkat dan jelas”

Membuat kata-kata mutira dalam bahasa Arab ternyata tidaklah mudah, dibutuhkan pengetahuan ilmu Bilagah, Nahwu dan Shorofnya, Maka harus diperhatikan juga, kemungkinan ada beberapa struktur kata atau gramer yang kurang tepat pada kat-kata mutiara tersebut.

Pengertian Agama Menurut Sutan Takdir Alisyahbana

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, agama adalah suatu sistem kelakuan dan perhubungan manusia yang berpokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuasaan dan kegaiban yang tiada berhingga luas, dalam dan mesranya disekitarnya, dan ddengan demikian memberi arti kepada hidupnya dan kepada alan semesta i arti kepada hidupnya dan kepada alan semesta yang mengelilinginya.

Falsafat agama mengandung arti berfikir tentang dasar-dasar agama menurut logika dan bebas. Pemikiran yang dimaksud bisa mengambil dua bentuk:
Membahas dasar-dasar agama secara analitis dan kritis tanpa terikat pada ajaran-ajaran agama dan tanpa ada tujuan untuk menyatakan kebenaran suatu agama.

Membahas dasar-dasar agama secara aanalitis dan kritis, dengan maksud untuk menyatakan kebenaran ajaran-ajaran agama atau sekurang-kurangnya untuk menjelaskan bahwa apa yang diajarkan agama tidaklah mustahil dan tidak bertentangan dengan logika. Dalam pembahasan serupa ini orang masih terikat pada ajaran-ajaran agama.

Dasar-dasar agama yang akan dibahas meliputi wahyu, pengiriman rosul dan nabi, ketuhanan, roh manusia, keabadian hidup, hubungan manusia dengan Tuhan (merdeka atau terikat pada kehendak Tuhan), soal kejahatan, soal hidup kedua sesudah hidup didunia dan sebagainya. Seperti itulah Pengertian Agama Menurut Sutan Takdir Alisyahbana yang merupakan sistem kehidupan manusia.

Pengertian Penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher, 2003). Penelitian kualitatif juga bisa dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya ( Strauss & Corbin, 2003). Sekalipun demikian, data yang dikumpulkan dari penelitian kualitatif memungkinkan untuk dianalisis melalui suatu penghitungan.

Penelitian kualitatif (Qualitative research) bertolak dari filsafat konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial (a shared social eperience) yang diinterpretasikan oleh individu-individu. (Nana Syaodih, 2001 : 94).
Menurut Para Ahli

Sementara itu, menurut (Sugiono, 2009:15), metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositifsime, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sample sumber dan data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic (naturalistic research), karena penelitian dilakukan dalam kondisi yang alamiah (natural setting). Disebut juga penelitian etnografi, karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Selain itu disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan dianalisis lebih bersifat kualitatif.

Pada penelitian kualitatif, penelitian dilakukan pada objek yang alamiah maksudnya, objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut.

Sebagaimana dikemukakan dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau peneliti itu sendiri (humane instrument). Untuk dapat menjadi instrumen maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna.

Toko Jaket Kulit Bandung

Urgensi Menguasai Bahasa Arab

Belajar bahasa Arab memang sebuah keharusan yang layak dikuasai oleh umat Islam. Sebab sejak awal mula diturunkan ajaran Islam sampai hari ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa arab. Al-Quran sebagai kitab suci abadi yang menghapus semua kitab suci yang pernah ada, diturunkan dalam bahasa Arab.

Rasulullah SAW sebagai nabi akhir zaman yang risalahnya berlaku untuk seluruh manusia di muka bumi sampai akhir zaman, juga berbahasa arab, tanpa pernah diriwayatkan mampu berbahasa selain arab. Hadits-hadits nabawi diriwayatkan secara berantai hingga sampai kepada kita melewati masa berabad-abad, juga tertulis dalam bahasa Arab. Bahkan semua kitab yang menjelaskan materi Al-Quran, As-Sunnah serta syariah Islamiyah hasil karya para ulama muslim sedunia sepanjang masa, juga kita warisi dalam bahasa Arab.
Ketika dakwah Islam memasuki pusat-pusat peradaban dunia dan membangun kejayaannya nangemilang, bahasa yang digunakan juga bahasa Arab. Kala itu bahasa Arab selain resmi menjadi bahasa pemerintahan, juga menjadi bahasa dunia pendidikan, bahasa ilmu pengetahuan serta bahasa rakyat sehari-hari. Padahal negeri-negeri yang dimasuki Islam itu tadinya bukan negeri Arab.

Bahkan ketika Islam masuk ke Mesir dan para penguasa dan rakyatnya masuk Islam, mereka tidak hanya sekedar memeluk Islam sebagai agama, tetapi mereka belajar bahasa Arab, berbicara dengan bahasa Arab dan melupakan bahasa asli peninggalan nenek moyang mereka. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja, tidak satu pun bangsa Mesir yang paham bahasa asli mereka. Semua berbicara dengan bahasa Arab, bahkan hingga hari ini. Padahal Mesir itu bukan negeri Arab dan tidak terletak di jazirah Arab. Mesir terletak di benua Afrika, namun rakyat Mesir keseluruhannya berbicara dalam satu bahasa, yaitu bahasa Arab.

Bila kita amati secara seksama, memang ada kecenderungan bahwa di mana ada masuknya dakwah Islam ke suatu negeri hingga mampu mambangun peradaban besar, pastilah negeri itu berubah bahasanya menjadi bahasa Arab. Bahkan bahasa resmi negara sekaligus bahasa rakyat jelata.

Sebaliknya, negeri-negeri yang kurang sempurna proses Islamisasinya, bisa dengan mudah dikenali dari tidak adanya rakyat yang menggunakan bahasa Arab. Paling jauh hanya sekedar serapan-serapan bahasa saja, seperti bangsa kita ini. Bahasa Indonesia (termasuk Melayu) menyerap sangat banyak bahasa Arab ke dalam perbendaharaannya. Begitu banyak kata yang sumbernya dari bahasa Arab, bahkan bisa dikatakan bahwa unsur serapan dari bahasa arab termasuk paling dominan dalam bahasa Indonesia. Namun sayangnya, bangsa ini tidak sempat mampu berbahasa Arab dalam kesehariannya. Apalagi ditambah dengan penjajahan selama ratusan tahun, dimana para penjajah itu memang paham betul bahwa salah satu kekuatan agama Islam adalah pada bahasa Arabnya.

Bila suatu umat muslimin di muka bumi ini tidak bisa bahasa Arab, artinya mereka pasti tidak paham tiap ayat Al-Quran, tidak paham hadits nabi, tidak mengerti apa yang mereka baca dalam zikir, shalat dan doa. Tidak mengerti syariah Islam dan ajaran-ajarannya secara mendetail. Kecuali bila diterjemahkan terlebih dahulu dan dijelaskan satu persatu oleh kiayinya. Dan metode penerjemahan begini tentu saja sangat terbatas keberhasilannya, terlalu lemah dan justru sangat menghambat.

Karena itu, keinginan anda untuk belajar bahasa Arab dan menguasainya adalah sebuah keinginan yang teramat mulia, sehingga perlu didukung penuh. Jangan sampai keinginan itu berhenti hanya karena alasan teknis semata.

Reformasi Indonesia

A. PENGERTIAN REFORMASI

Reformasi secara umum bararti perubahan terhadap suatu system yang telah ada pada suatu masa. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk pada gerakan mahasiswa pada tahun1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharta atau era setelah Orde baru. Kendati demikan, Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16,yang dipimpin oleh Marti luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dll.

B.TUJUAN REFORMASI

Tujuan reformasi tiada lain adalah untuk kesejahteraan rakyat. Namun selama 11 tahun pelaksnaan reformasi, kesejahteraan rakyat nyaris tidak berubah. Keberhasilan reformasi lembaga politik dan kebebasan berekspresi tidak disertai reformasi ekonomi sehingga belum mampu mengurangi kesenjangan sosial warisan Orde Baru.

Perubahan positif yang terjadi masih bersifrat prosedular, belum membawa perubahan secara substansial yang akhirnya serba paradosial. Demokrasi dan desentralisasi berjalan maju, perubahan UUD 1945 menuju living constitution yang dulu tabu kini dapat dilakukan. Tetapi, rakyat tetap tidak sejahtera. Reformasi yang terjadi juga tidak menguatkan nilai-nilai keutamaan dalam masyarakat. Kejujuran, kerja keras, semangat gotong royong, dan kebanggaan berbangsa justru semakin melemah.

Menurut Budiman, Reformasi juga tidak merubah prilakupolitik para elite.Hal ini juga disebabkan karena tidak adanya perubahan pelaku politik akibat tidak adanyaperubahan pada struktur pemilik modal yang menyokong kebutuhan pelaku politik. Mentalis kekerasan yang menjadi warisan Orde Baru juga belum hilang. Kekerasan yang dulu dilakukan Negara sekarang justru merembet ke kelompok kepentingan masyarakat sebagai pelakunya. Menurut Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri, di sebagian mahasiswa masih ada idealisme. Akan tetapi, cara memahami gerakan mahasiswa saat ini harus diletakan dalam situasi kekinian yang problemnya sangat kompleks.

Mahasiswa saat ini tidak hanya menghadapi problem iternal di Indonesia, tetapi persoalan global, resesi ekonomi di Amerika Serikat, juga menjadi problem riil yang dihadapi mahasiswa. Oleh karenanya mahasiswa perlu diajak menggunakan semangat mudanya untuk membangun gerakan nasional. Misalnya, gerakan penghematan energi dan penanaman pohon yang akan bermanfaat untuk perbaikan kualitas lingkungan.

C. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF REFORMASI

Tanpa terasa bahwa usia reformasi sudah memasuki usia ke 11. Ditengah usianya tersebut ternyata reformasi memiliki dua dampak sekaligus.

a.Dampak Positif

Yaitu reformasi telah menghasilkanmobilitas vertical, misalnya para politisi yang dapat memasuki kancah politik pasca reformasi. Kyai, ustadz, aktivis organisasi, dan kaum terpelajar kemudian memasuki kancah politik. Andaikan tidak ada reformasi, maka sangat tidak mungkinseorang aktivis organisasi, pengusuha, dan bahkankyai dapat menjadi bupati, gebernur apalagi menteri. yaitu reformasi telah menghasilkan banyak orang yang kemudian memasuki rumah tahanan (rutan), karena kesalahan yang dilakukannya. Rutan pun kemudian dimasuki oleh para terpelajar, kaum terdidik, para aktivis partai dan juga kaum birokrat. Seandainya tidak ada reformasi, maka juga kecil kemungkinan kyai, aktivis organisasi atau lainnya terjerat kasus politik seperti sekarang. Jadi reformasi bermata dua: positif dan negatif.

Reformasi memang menjadi arena berbagai tarikan kepentingan. Tarikan politik adalah yang paling menarik. Hingga saat ini pertarungan kepentingan begitu tampak menonjol. Dalam masa reformasi maka sudah terdapat beberapa kali pilihan umum. Benturan aturan pun juga tidak terhindarkan. Sebagai akibat reformasi di bidang hukum, maka berbagai gugatan tentang produk politik juga muncul luar biasa. Hal ini hampir tidak dijumpai di era Orde baru. Dalam sistem otoriter, maka nyaris tidak dimungkinkan adanya gugatan politik oleh partai politik yang kalah.

Namun di era reformasi ini maka semuanya bisa melakukan gugatan hukum terhadap persoalan politik. Yang terakhir, pasca pilpres tentunya adalah gugatan terhadap keputusan KPU tentang penetapan daftar anggota legislatif terpilih. Ketika Mahkamah Agung membatalkan keputusan KPU tersebut maka pro-kontra pun terjadi. Bahkan juga sudah sampai tahapan saling mengancam akan mengerahkan massanya.

Negeri ini memang penuh paradoks. Anggota legislatif yang memiliki wewenang untuk melakukan legislasi, membuat aturan, kebijakan dan hal-hal lain yang terkait dengan perencanaan program pemerintah justru menjadi lembaga yang paling banyak disorot karena banyaknya kasus korupsi. Kasus P2SEM adalah cermin bagi semuanya bahwa ada sesuatu yang harus selalu dicermati terkait dengan program-program pembangunan. Makanya melakukan pengawasan anggaran menjadi sangat penting. Jika seperti ini, maka memberdayakan masyarakat untuk melek anggaran dan pentingnya transparansi anggaran dirasakan sebagai sesuatu yang sangat mendesak.

Oleh karena itu, agar didapati trust yang membudaya di masyarakat, maka semuanya harus bersia-sekata untuk melawan berbagai penyimpangan terutama yang terkait dengan program pemberdayaan masyarakat.

D. SYARAT-SYARAT REFORMASI

1. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan-penyimpangan. Masa pemerintahan Orde Baru banyak terjadi penyimpangan, misalnya asas kekeluargaan menjadi nepotisme, kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat Pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945.

2. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas atau landasan ideologis tertentu (dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia). Tanpa landasan ideologis yang jelas, maka gerakan reformasi akan mengarah pada anarkisme, disintegrasi bangsa, dan akhirnya jatuh pada suatu kehancuran bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang terjadi di Uni Sovyet dan Yugoslavia.

3. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu kerangka structural tertentu (dalam hal ini UUD) sebagai kerangka acuan reformasi. Reformasi pada prinsipnya merupakan gerakan untuk mengadakan suatu perubahan untuk mengembalikan pada suatu tatanan struktural yang ada karena adanya suatu penyimpangan. Maka reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem negara demokrasi bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2). Reformasi harus mengembalikan dan melakukan perubahan ke arah sistem negara hukum dalam arti yang sebenarnya sebagaimana terkandung dalam penjelasan UUD 1945, yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas dari penguasa, serta legalitas dalam arti hukum.

Oleh karena itu, reformasi sendiri harus berdasarkan pada kerangka hukum yang jelas. Selain itu, reformasi harus diarahkan pada suatu perubahan ke arah transparansi dalam setiap kebijaksanaan dalam setiap kebijaksanaan dalam penyelenggaraan negara karena hal tersebut merupakan manifestasi bahwa rakyatlah sebagai asal mula kekuasaan negara dan untuk rakyatlah segala aspek kegiatan negara.

4. Reformasi dilakukan ke arah suatu perubahan ke arah kondisi serta keadaan yang lebih baik, Perubahan yang dilakukan dalam reformasi harus mengarah pada suatu kondisi kehidupan rakyat yang lebih baik dalam segala aspeknya, antara lain di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta kehidupan beragama. Dengan kata lain, reformasi harus dilakukan ke arah peningkatan harkat dan martabat .rakyat Indonesia sebagai manusia.
5. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia yang Berketuhanan Yang Maha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa.

E. HASIL REFORMASI

Cendekiawan Prof Dr Nurcholish Madjid (Cak Nur) memaparkan siklus 20 tahunan dalam sejarah modern bangsa Indonesia ketika berbicara di depan mahasiswa Indonesia di Kairo, Senin malam. Menurut Cak Nur, sejarah Indonesia mempunyai siklus 20 tahunan, dimulai sejak berdirinya Boedi Oetomo 1905 yang kemudian menghasilkan Sumpah Pemuda 1928. Berdasarkan teori siklus itu, Cak Nur memprediksi bahwa buah reformasi 1998 baru akan dirasakan bangsa Indonesia 20 tahun mendatang. “Proses reformasi itu memiliki dimensi waktu. Jadi, kita akan mengetahui hasil reformasi ini 20 tahun lagi,” Banyak kalanganyang menginginkan hasil reformasi secepatnya. Hal itu dianggapnya sebagai kesalah pahaman. “Padahal, proses reformasi itu berjenjang, dan sekitar 2025 baru kita mengetahui hasilnya.

Proses perkembangan sejarah Indonesia modern mulai berdirinya Boedi Oetomo pada1905 hingga munculnya tuntutan reformasi dengan jatuhnya Soeharto, Mei 1998.”Boedi Oetomo merupakan pijakan awal proses berdirinya negara Indoneia modern.

Perjuangan itu melahirkan Sumpah Pemuda 23 tahun kemudian, yaitu pada 1928. Proses itu berlangsung terus hingga kemerdekaan Indonesia pada 1945, juga 23 tahun kemudian.

F. Pandangan pancasila terhadap reformasi Pancasila Sebagai Dasar Cita-Cita Reformasi

Rumusan Pancasila sebagai dasar filosofi dan sekaligus sumber ideologi negara Indonesia sebenarnya cukup mantap secara teoretik konstitusional. Kemasan formulasi Pancasila yang singkat, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, adalah sebuah kreasi agung yang pernah diciptakan pendiri negara ini. Namun dasar filosofi yang dahsyat ini gagal diterjemahkan untuk mencapai tujuan kemerdekaan, berupa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam perjalanan sejarah Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia, sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, nampaknya tidak diletakkan dalam kedudukan dan fungsi yang sebenarnya. Pada masa Orde Lama, terjadi pelaksanaan negara yang secara jelas menyimpang bahkan bertentangan, misalnya Manipol Usdek dan Nasakom yang bertentangan dengan Pancasila, pengangkatan Presiden seumur hidup, serta praktek-praktek kekuasaan diktator. Pada masa Orde Baru, Pancasila digunakan sebagai alat legitimasi politik oleh penguasa, sehingga kedudukan Pancasila sebagai sumber nilai dikaburkan dengan praktek kebijaksanaan pelaksana penguasa negara. Misalnya, setiap kebijaksanaan penguasa negara senantiasa berlindung di balik ideologi Pancasila, sehingga mengakibatkan setiap warga negara yang tidak mendukung kebijaksanaan tersebut dianggap bertentangan dengan Pancasila. Asas kekeluargaan sebagaimana terkandung dalam nilai Pancasila disalahgunakan menjadi praktek nepotisme sehingga merajalela kolusi dan korupsi.

Oleh karena itu, gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam perspektif Pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi (Hamengkubuwono X, 1998: 8). Sebab, tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas, suatu reformasi akan mengarah pada suatu disintegrasi, anarkisme, brutalisme, serta pada akhirnya menuju pada kehancuran bengsa dan negara Indonesia. Pada hakikatnya, reformasi dalam perspektif Pancasila harus berdasarkan pada nilai-nilai antara lain :

a.Ketuhanan yang maha esa
Reformasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa berarti bahwa suatu gerakan ke arah perubahan harus mengarah pada suatu kondisi yang lebih baik bagi kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan. Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa pada hakikatnya adalah sebagai makhluk yang sempurna yang berakal budi, sehingga senantiasa bersifat dinamis yang selalu melakukan suatu perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, reformasi harus berlandaskan moral religius dan hasil reformasi harus meningkatkan kehidupan keagamaan. Reformasi yang dijiwai nilai-nilai religius tidak membenarkan pengrusakan, penganiayaan, merugikan orang lain, serta bentuk-bentuk kekerasan lainnya.
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Reformasi yang berkemanusiaan yang adil dan beradab berarti bahwa reformasi harus dilakukan dengan dasar-dasar nilai martabat manusia yang beradab. Oleh karena itu, reformasi harus dilandasi oleh moral yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bahkan reformasi mentargetkan ke arah penataan kembali suatu kehidupan negara yang menghargai harkat dan martabat manusia yang secara jelas menghargai hak-hak asasi manusia. Reformasi menentang segala praktek eksploitasi, penindasan oleh manusia terhadap manusia lain atau oleh suatu golongan terhadap golongan lain, bahkan oleh penguasa terhadap rakyatnya.

Untuk bangsa yang majemuk seperti bangsa Indonesia, semangat reformasi yang berdasar pada kemanusiaan menentang praktek-praktek yang mengarah pada diskriminasi dan dominasi sosial, baik alasan perbedaan suku, ras, asal-usul, maupun agama. Reformasi yang dijiwai nilai-nilai kemanusiaan tidak membenarkan perilaku yang biadab, seperti membakar, menganiaya, menjarah, memperkosa, dan bentuk-bentuk kebrutalan lainnya yang mengarah pada praktek anarkisme. Reformasi yang berkemanusiaan pun harus memberantas sampai tuntas masalah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang telah sedemikian menakar pada kehidupan kenegaraan pemerintahan Orde Baru.

Semangat reformasi harus berdasarkan pada nilai persatuan, sehingga reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia. Reformasi harus menghindarkan diri dari [raktek-praktek yang mengarah pada disintegrasi bangsa, upaya separatisme, baik atas dasar kedaerahan, suku, maupun agama. Reformasi memiliki makna menata kembali kehidupan bangsa dalam bernegara, sehingga reformasi harus mengarah pada lebih kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa, dan reformasi juga harus senantiasa dijiwai asas kebersamaan sebagai suatu bangsa Indonesia.

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Semangat dan jiwa reformasi harus berakar pada asas kerakyatan karena permasalahan dasar gerakan reformasi adalah pada prinsip kerakyatan. Penataan kembali secara menyeluruh dalam segala aspek pelaksanaan pemerintahan negara harus meletakkan kerakyatan sebagai paradigmanya. Rakyat adalah asal mula kekuasaan negara yang benar-benar bersifat demokratis, artinya rakyatlah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara. Oleh karena itu, semangat reformasi menentang segala bentuk penyimpangan demokratis, seperti kediktatoran (baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung), feodalisme, maupun, totaliterianisme. Asas kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan menghendaki terwujudnya masyarakat demokratis. Kecenderungan munculnya diktator mayoritas melalui aksi massa harus diarahkan pada asas kebersamaan hidup rakyat agar tidak mengarah pada anarkisme. Oleh karena itu, penataan kembali mekanisme demokrasi seperti pemilihan anggota DPR, MPR, pelaksanaan Pemilu beserta perangkat perundang-undangan, pada hakikatnya adalah untuk mengembalikan tatanan negara pada asas demokrasi yang bersumber pada kerakyatan sebagaiman terkandung dalam sila keempat Pancasila.

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Visi dasar reformasi haruslah jelas, yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Gerakan reformasi yang melakukan perubahan dan penataan kembali dalam berbagai bidang kehidupan negara harus bertujuan untuk mewujudkan tujuan bersama sebagai negara hukum yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Oleh karena itu, hendaklah disadari bahwa gerakan reformasi yang melakukan perubahan dan penataan kembali pada hakikatnya bukan hanya bertujuan demi perubahan itu sendiri, melainkan perubahan dan penataan demi kehidupan bersama yang berkeadilan. Perlindungan terhadap hak asasi, peradilan yang benar-benar bebas dari kekuasaan, serta legalitas dalam arti hukum harus benar-benar dapat terwujudkan, sehingga rakyat benar-benar menikmati hak serta kewajibannya berdasarkan prinsip-prinsip keadilan hukum terutama aparat pelaksana dan penegak hukum adalah merupakan target reformasi yang mendesak untuk terciptanya suatu keadilan dalam kehidupan rakyat.

Kesimpulan
Dalam perspektif Pancasila, gerakan reformasi merupakan suatu upaya untuk menata ulang dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai realisasi kedinamisan dan keterbukaan Pancasila dalam kebijaksanaan dan penyelenggaraan negara. Sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka dan dinamis, Pancasila harus mampu mengantisipasi perkembangan zaman, terutama perkembangan dinamika aspirasi rakyat. Nilai-nilai Pancasila adalah ada pada filsafat hidup bangsa Indonesia, dan sebagai bangsa, maka akan senantiasa memiliki perkembangan aspirasi sesuai tuntutan zaman. Oleh karena itu, Pancasila sebagai sumber nilai, memiliki sifat yang reformatif, artinya memiliki aspek pelaksanaan yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat, yang nilai-nilai esensialnya bersifat tetap, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Sebagai warga negara yang berdasar pada Pancasila, diharapkan mampu memahami serta dapat mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan baik diri, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Sebagai upaya dalam penegakan kehidupan pasca reformasi kita dapat menyikapi segala sesuatu dengan penuh pertimbangan dan bertindak secara dewasa.