Bagi para muslim yang telah belajar tasawuf dan thoriqoh pastinya sudah tidak asing lagi dengan salahsatu ummat Nabi Muhammad S.A.W yang satu ini, yaitu Syekh Abdul Qodir Jaelain Qoddasa Sirrohu (QS)yang memiliki gelaran sebagainya Sulthonul Aulia rajanya para wali-wali Alloh SWT.

Syekh Abdul Qodir (QS) memiliki karomah yang hebat dan paling banyak dibandingkan dengan ulama-ulama lainnya yang sudah sampai pada tingkat kewalian.

Dikisahkan dalam buku kumpulann Kisah-Kisah Ajaib Syekh Abdul Qodir Jaelani. Di Baghdad ada seorang ulama bersama santrinya akan menunaikan shalat jum'at. Sesudah shalat jum'at berangkatlah ia dengan diiringi para santrinya berziarah ke pemakaman.

Ditengah perjalanan, ia menemukan seekor ular hitam yang sedang melata, kemudian dipukulnya ular tersebut dengan tongkat sampai mati; Setelah ular itu dibunuh langsung saja alam sekitar daerah itu diliputi kabut kelam dan menjadi gelap.

Para santrinya tambah terkejut karena gurunya mendadak hilang. Mereka berusaha mencari di tiap-tiap tempat, namun tidak ditemukan. Tiba-tiba gurunya muncul kembali dengan pakaian serba baru. Mereka heran dan segera menghampiri gurunya sambil menanyakan kejadian yang dialaminya.. Kemudian ulama tersebut menceritakan apa yang baru saja terjadi.

"Tadi waktu cuaca gelap, aku dibawa oleh jin menjuju sebuah pulau. lalu aku dibawa menyelam ke dasar laut menuju suatu daerah kerajaan jin dan aku dihadapkan kepada sang raja jin. Pada waktu aku bertemu, ia sedang berdiri di atas singgasana mahligai kerajaannya.

Dihadapannya membujur sesosok mayat diatas panca persada yang sangat indah bentuknya. Kepala mayat itu pecah, darah mengalir dari tubuhnya. Kemudian sang raja jin tersebut bertanya kepada pengawalnya yang membawaku. "Siapa orang yang yang kau bawa itu ?"

Para pengawalnya menjawab, "inilah orang yang telah membunuh putra Tuanku raja " Lalu raja jin tersebut menatap tajam padaku dengan muka marah padam dengan geramnya raja jin menghardikku, "Mengapa kamu membunuh anakku yang tidak berdosa ? Bukankah kamu lebih tahu tentang dosanya membunuh, padahal kamu katanya seorang ulama yang mengetahui masaah-masalah hukum !? Dia bertanya dengan suara lantang muka berang meka berang menakutkan.

Segara aku menjawab menolak tuduhan itu, "Perkara membunuh anakmu aku tolak, apalagi yang namanya membunuh muka pun aku belum pernah."

Raja jin menjawab, "kamu tidak bisa menolak, ini buktinya, para saksinya juga banyak !"

Lalu dengan tegas tuduhan itu kusanggah, " Tidak, tidak bisa, semuanya bohong, itu fitnah semata:"

Para saksi jin mengusulkan supaya raja memeriksa darah yang melekat di ungung tongkatnya. lalu sang raja bertanya, "itu darah apa yang ada di tongkatmu ?"

Raja jin berkata dengan geramnya, " kamu manusia yang paling bodoh. Kalu kamu tidak tahu, ular itu anakku!"

Dikala itu aku bingung tidak bisa menjawab lagi sehingga aku pusing, bumi dan langit secara sempit karena sulit mencar jalan pemecahannya.

Raja jin melirik keada seorang hakim selalu aparatnya seraya berakata "Manusia ini sudah mengakui kesalahannya ia telah membunuh anakku, kamu harus segera memutuskan hukumannya, yaitu ia harus dibunuh!"

Setelah jatuh keputusan, aku diserahkan kepada seorang algojo. Pada waktu kepalaku akan dipancung, algojo sedang mengayunkan pedangnya ke arah leherku, tiba-tiba muncul seorang laki-laki tampan bercahaya sambil berseru. "berhenti ! sekali-sekali jangan kau bunuh orang ini, ia murid Syekh Abudul Qodir. sambil matanya menatap raja jin dengan sorotan tajam. Lalu ia berkata "Coba apa jawabanmu kepada Syekh kalau beliau marah padamu karena membunuh muridnya ?"

Raja jin melirik ke arahku sambil berkata "Karena aku menghormati dan memuliakan Syekh Abdul Qodir dosamu yang begitu besar kuampuni dan kamu bebas dari hukuman.

Tetapi sebelum kau pulang , kamu harus jadi imam shalat untuk menyalatkan mayat anakku almarhum dan bacakan istigfar mohon diampuni dosanya."

Setelah selesai menyalatkan, pada waktu pulang aku diberi hadiah pakaian bagus dan diantarkan ke tempat semula tadi".